Kembali ke ArtikelBiaya & Pajak

Biaya Import China ke Indonesia: Hitung Total Biaya Import Lengkap

5 Juni 202410 minOleh Tim SourceBizz

Panduan lengkap menghitung biaya import dari China ke Indonesia. Harga produk, ongkir, bea cukai, PPN, dan biaya tersembunyi lainnya.

Komponen Biaya Import dari China

Banyak orang salah kaprah mengira biaya import hanya harga produk + ongkir. Ada banyak komponen lain yang harus dihitung agar Anda tidak rugi.

Breakdown Biaya Import China → Indonesia

1. Harga Produk (FOB / EXW / CIF)

  • - EXW (Ex Works) — Harga pabrik. Anda bayar ongkir dari pabrik ke pelabuhan
  • - FOB (Free On Board) — Harga sudah termasuk ongkir sampai pelabuhan China
  • - CIF (Cost, Insurance, Freight) — Harga + asuransi + ongkir sampai pelabuhan Indonesia

FOB adalah yang paling umum untuk import China.

2. Ongkos Kirim (Freight)

MetodeEstimasi BiayaWaktu
Sea LCL (Less than Container Load)$30-80/m³20-30 hari
Sea FCL (Full Container Load)$800-2.500/container15-25 hari
Air Freight$4-8/kg5-10 hari
Express (DHL, FedEx)$8-15/kg3-7 hari

3. Bea Masuk (BM)

Bea masuk adalah pajak import yang dikenakan pada nilai barang. Tarifnya bervariasi:

  • - 0-20% — Untuk kebanyakan produk konsumen
  • - 5-15% — Elektronik dan gadget
  • - 15-25% — Tekstil dan garment (bisa lebih dengan BMTP)
  • - 0-5% — Bahan baku industri

Cek tarif berdasarkan HS Code (Harmonized System Code) produk Anda.

4. PPN Import (PPnBM)

  • - PPN 11% — Berlaku untuk hampir semua barang import (sebelumnya 10%, naik per 2025)
  • - PPnBM — Pajak penjualan atas barang mewah (untuk produk tertentu)

5. PPh Import

  • - PPh 22 Impor: 2.5% — Untuk yang punya API dan angka pengimpornya (NPWP aktif)
  • - PPh 22 Impor: 7.5% — Tanpa API / NPWP tidak lengkap

6. Biaya Tambahan (Tersembunyi)

  • - Biaya THC (Terminal Handling Charge) — $50-150
  • - Biaya Dokumen — Rp 200.000-500.000
  • - Biaya Custom Clearance / PPJK — Rp 500.000-2.000.000
  • - Biaya Trucking Lokal — Rp 500.000-3.000.000 (pelabuhan ke gudang)
  • - Asuransi — 0.1-0.5% dari nilai barang

Contoh Perhitungan Biaya Import

Kasus: Import 500 pcs casing HP @ ¥10/pcs dari Shenzhen

KomponenPerhitunganTotal
Harga produk500 × ¥10 × Rp 2.230Rp 11.150.000
Sea LCL (estimasi 2 m³)2 × $50 × Rp 15.500Rp 1.550.000
Bea Masuk (10%)10% × (11.150.000 + 1.550.000)Rp 1.270.000
PPN (11%)11% × (12.700.000 + 1.270.000)Rp 1.536.700
PPh 22 (2.5%)2.5% × 12.700.000Rp 317.500
Custom clearance + truckingRp 1.500.000
Total Biaya ImportRp 17.324.200
Harga per pcs17.324.200 ÷ 500~Rp 34.648

Dengan harga jual Rp 75.000-100.000/pcs, margin Anda sangat sehat.

Tips Menghemat Biaya Import

  1. 1. Gabungkan order — Import beberapa produk sekaligus untuk hemat ongkir
  2. 2. Pilih metode kirim yang tepat — Sea freight untuk volume besar
  3. 3. Gunakan jasa sourcing agent — Mereka punya rate ongkir lebih murah dari rate retail
  4. 4. Lengkapi dokumen — NPWP + API = PPh lebih rendah (2.5% vs 7.5%)
  5. 5. Negosiasi harga supplier — Setiap ¥1 yang ditawar = Rp 200+ hemat per unit

Kesimpulan

Memahami total biaya import adalah kunci profitabilitas. Jangan hanya hitung harga produk — semuanya harus masuk: ongkir, bea cukai, PPN, PPh, dan biaya handling.

Butuh bantuan menghitung estimasi biaya import untuk produk Anda? Hubungi SourceBizz via WhatsApp untuk konsultasi gratis.

Siap Mulai Import dari China?

Konsultasi gratis. Kirim produk yang Anda cari, kami bantu cari supplier dan estimasi harga.

Konsultasi via WhatsApp