Panduan lengkap menghitung biaya import dari China ke Indonesia. Harga produk, ongkir, bea cukai, PPN, dan biaya tersembunyi lainnya.
Komponen Biaya Import dari China
Banyak orang salah kaprah mengira biaya import hanya harga produk + ongkir. Ada banyak komponen lain yang harus dihitung agar Anda tidak rugi.
Breakdown Biaya Import China → Indonesia
1. Harga Produk (FOB / EXW / CIF)
- - EXW (Ex Works) — Harga pabrik. Anda bayar ongkir dari pabrik ke pelabuhan
- - FOB (Free On Board) — Harga sudah termasuk ongkir sampai pelabuhan China
- - CIF (Cost, Insurance, Freight) — Harga + asuransi + ongkir sampai pelabuhan Indonesia
FOB adalah yang paling umum untuk import China.
2. Ongkos Kirim (Freight)
| Metode | Estimasi Biaya | Waktu |
|---|---|---|
| Sea LCL (Less than Container Load) | $30-80/m³ | 20-30 hari |
| Sea FCL (Full Container Load) | $800-2.500/container | 15-25 hari |
| Air Freight | $4-8/kg | 5-10 hari |
| Express (DHL, FedEx) | $8-15/kg | 3-7 hari |
3. Bea Masuk (BM)
Bea masuk adalah pajak import yang dikenakan pada nilai barang. Tarifnya bervariasi:
- - 0-20% — Untuk kebanyakan produk konsumen
- - 5-15% — Elektronik dan gadget
- - 15-25% — Tekstil dan garment (bisa lebih dengan BMTP)
- - 0-5% — Bahan baku industri
Cek tarif berdasarkan HS Code (Harmonized System Code) produk Anda.
4. PPN Import (PPnBM)
- - PPN 11% — Berlaku untuk hampir semua barang import (sebelumnya 10%, naik per 2025)
- - PPnBM — Pajak penjualan atas barang mewah (untuk produk tertentu)
5. PPh Import
- - PPh 22 Impor: 2.5% — Untuk yang punya API dan angka pengimpornya (NPWP aktif)
- - PPh 22 Impor: 7.5% — Tanpa API / NPWP tidak lengkap
6. Biaya Tambahan (Tersembunyi)
- - Biaya THC (Terminal Handling Charge) — $50-150
- - Biaya Dokumen — Rp 200.000-500.000
- - Biaya Custom Clearance / PPJK — Rp 500.000-2.000.000
- - Biaya Trucking Lokal — Rp 500.000-3.000.000 (pelabuhan ke gudang)
- - Asuransi — 0.1-0.5% dari nilai barang
Contoh Perhitungan Biaya Import
Kasus: Import 500 pcs casing HP @ ¥10/pcs dari Shenzhen
| Komponen | Perhitungan | Total |
|---|---|---|
| Harga produk | 500 × ¥10 × Rp 2.230 | Rp 11.150.000 |
| Sea LCL (estimasi 2 m³) | 2 × $50 × Rp 15.500 | Rp 1.550.000 |
| Bea Masuk (10%) | 10% × (11.150.000 + 1.550.000) | Rp 1.270.000 |
| PPN (11%) | 11% × (12.700.000 + 1.270.000) | Rp 1.536.700 |
| PPh 22 (2.5%) | 2.5% × 12.700.000 | Rp 317.500 |
| Custom clearance + trucking | — | Rp 1.500.000 |
| Total Biaya Import | Rp 17.324.200 | |
| Harga per pcs | 17.324.200 ÷ 500 | ~Rp 34.648 |
Dengan harga jual Rp 75.000-100.000/pcs, margin Anda sangat sehat.
Tips Menghemat Biaya Import
- 1. Gabungkan order — Import beberapa produk sekaligus untuk hemat ongkir
- 2. Pilih metode kirim yang tepat — Sea freight untuk volume besar
- 3. Gunakan jasa sourcing agent — Mereka punya rate ongkir lebih murah dari rate retail
- 4. Lengkapi dokumen — NPWP + API = PPh lebih rendah (2.5% vs 7.5%)
- 5. Negosiasi harga supplier — Setiap ¥1 yang ditawar = Rp 200+ hemat per unit
Kesimpulan
Memahami total biaya import adalah kunci profitabilitas. Jangan hanya hitung harga produk — semuanya harus masuk: ongkir, bea cukai, PPN, PPh, dan biaya handling.
Butuh bantuan menghitung estimasi biaya import untuk produk Anda? Hubungi SourceBizz via WhatsApp untuk konsultasi gratis.
Siap Mulai Import dari China?
Konsultasi gratis. Kirim produk yang Anda cari, kami bantu cari supplier dan estimasi harga.
Konsultasi via WhatsApp